MILAN - Aksi di liga berlanjut bagi Rossoneri di pertandingan melawan Palermo dimana tim menjamu Chievo untuk kali ke-11 pertandingan puncak. Ini merupakan ke-11 kalinya kedua tim bertempur di San Siro dengan rekor 8 menang kandang dan 2 seri.
Sekitar 2001-2002 lalu Inzaghi memberikan keuntungan kepada Marazzina dan Corradi hingga membuat sang tamu kembali memimpin. Dua gol dari Schevchenko kemudian memberikan kemenangan bagi tuan rumah.
Tahun selanjutnya di musim 2002-2003, Chieve meninggalkan San Siro dengan poin tanpa gol. Di musim berikutnya, tuan rumah lah yang harus bertarung mati-matian untuk mendapatkan poin. Sculli dan Perrota membuat sang penantang memimpin, Pirlo kemudian membawa Rossoneri kembali bangkit dan Shevchenko memberikan hasil seri bagi timnya.
Milan kembali menang pada 20 April 2005 dibawah Carlo Ancelotti di pertandingan ke-200nya di Milan. Gol Clarence Seedor memberikan tiga poin bagi tim.
Di 2005-2006, Pellisseri di menit ke-13 yang mengalahkan Dida dan Nesta menyeimbangkan kedudukan yang akhirnya berakhir 4-1 dengan hatrick pertama dari Kaka. Tahun berikutnya Pellissier sekali lagi membuat timnya memimpin hingga Gilardino menyeimbangkan, dan Oddo membawa Milan memimpin diakhir dengan Seedorf yang memenangkan tim.
Kondisi Chieve menurun di akhir musim bahkan kembali mendapatkan serangan hebat pada 16 November 2008, Milan menang 1-0 berkat penalti Kaka di menit ke-15.
Di musim 2009-2010, lebih tepatnya 14 Maret, lagi-lagi 1-0 dari Clarence Seedorf di menit pertama babak kedua.
Tahun selanjutnya lebih parah lagi. Sabtu 16 Oktober 2010, tim besutan Allegri memenangkan pertandingan dengan 3-1, 2 gol dari Pato dan gol pertama Robinho di Milan.
Pertandingan terakhir antara keduanya lagi-lagi di dulang oleh Pato. Dia mendapat gol ke 3 dari 4 gol, 2 dari Ibrahimovic dan Thiago Silva 1 gol lainnya.
http://www.acmilan.com/id/news/show/144172
http://www.acmilan.com/id/news/show/144172

Tidak ada komentar:
Posting Komentar